DeSkripSi coy
Sate atau satai (KBBI) adalah makanan yang
terbuat dari potongan daging kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan
yang biasanya terbuat dari lidi tulang daun kelapa, bambu, dan bahkan jeruji
besi kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu.
Sate kemudian
disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate.
Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam,
kambing,
domba,
sapi,
babi,
kelinci,
kuda,
dan lain-lain.
Sate diketahui berasal
dari Jawa, Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di
Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia. Sate
juga populer di negara-negara Asia Tenggara
lainnya seperti Malaysia, Singapura,
Filipina,
dan Thailand. Sate juga populer di Belanda
yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya.
Sate adalah hidangan
yang sangat populer di Indonesia; dengan berbagai suku bangsa dan tradisi seni
memasak (lihat Masakan Indonesia) telah menghasilkan berbagai
jenis sate. Di Indonesia, sate dapat diperoleh dari pedagang sate keliling, pedagang kaki lima di warung
tepi jalan, hingga di restoran kelas atas, serta kerap disajikan
dalam pesta dan kenduri. Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam
bergantung variasi dan resep masing-masing daerah. Hampir segala jenis daging
dapat dibuat sate. Sebagai negara asal mula sate, Indonesia memiliki variasi
resep sate yang kaya.
Biasanya sate diberi
saus. Saus ini bisa berupa bumbu kecap, bumbu kacang, atau yang lainnya, biasanya
disertai acar dari irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit. Sate dimakan
dengan nasi hangat atau, kalau di beberapa daerah
disajikan dengan lontong atau ketupat.
Hidangan internasional
yang mirip sate antara lain yakitori dari Jepang,
shish
kebab dari Turki, shashlik
dari Kaukasia, chuanr dari China,
dan sosatie dari Afrika Selatan. Sate terdaftar sebagai
peringkat ke-14 dalam World's 50 most delicious foods (50 Hidangan
Paling Lezat di Dunia) melalui jajak pendapat pembaca yang digelar oleh CNN Go pada
2011.
Sumber
: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asal
mula
Pedagang sate di Jawa
sekitar tahun 1870
Sate telah menjadi
makanan yang populer secara luas di berbagai belahan dunia, hal ini menjadikan
orang tertarik untuk mengetahui asal mula hidangan populer ini:
"Meskipun
Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air
sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Di sini sate
dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang muslim ke
Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini
merupakan pengaruh Timur Tengah."
— Jennifer Brennan
(1988).[4]
Kata "sate"
atau "satai" diduga berasal dari bahasa Tamil.[5] Diduga sate
diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa
sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar
awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat
dari India ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan
daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan
Arab. Dalam tradisi Muslim Indonesia, hari raya Idul
Adha atau hari raya kurban adalah peristiwa istimewa. Pada hari raya
kurban ini daging kurban berlimpah dan dibagikan kepada kaum dhuafa dan miskin.
Kebanyakan merayakannya dengan bersama-sama memanggang sate daging kambing,
domba, atau sapi.
Teori lain mengusulkan
bahwa asal kata sate berasal dari istilah Minnan-Tionghoa
sa tae bak (三疊肉) yang berarti tiga potong daging.[butuh rujukan] Akan tetapi teori ini diragukan karena secara
tradisional sate terdiri atas empat potong daging, bukan tiga. Dan angka empat
dianggap bukan angka yang membawa keberuntungan dalam kebudayaan Tionghoa.
Warga Tionghoa Indonesia juga mengadopsi dan
mengembangkan sate sesuai selera mereka, yaitu sate babi yang disajikan dengan saus
nanas atau kecap yang manis dengan tambahan bumbu-bumbu Tionghoa, sehingga sate
Tionghoa memiliki cita rasa seperti hidangan daging panggang khas Tionghoa.
Dari Jawa, sate
menyebar ke seluruh kepulauan Nusantara yang
menghasilkan beraneka ragam variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate telah
menyeberangi selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh
perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut.
Pada abad ke-19 istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang
Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan, di sana
sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda
juga membawa hidangan ini—dan banyak hidangan khas Indonesia lainnya—ke negeri
Belanda, hingga kini seni memasak Indonesia juga memberi pengaruh kepada seni
memasak Belanda .[6] Sate ayam atau sate babi adalah salah satu
lauk-pauk yang disajikan dalam hidangan Rijsttafel di Belanda.
Cara memasak
Figur pedagang sate
keliling tradisional Jawa di era Hindia-Belanda.
Ada banyak resep sate
yang ada di dunia. Akan tetapi secara garis besarnya resep sate adalah sebagai
berikut. Kunyit atau kecap manis adalah salah satu bumbu penting untuk membumbui
daging sate dan memberikan warna. Daging sate sendiri banyak ragamnya, misalnya
daging kambing, ayam, sapi, domba, babi, ikan, udang, cumi-cumi, kelinci,telur
puyuh atau jeroan. Beberapa daging adalah daging eksotik yang kurang lazim,
seperti daging kura-kura, bulus, buaya, kuda, kadal, dan ular. Daging yang
sudah ditusuki dan diberi bumbu baluran rendaman ini, kemudian dipanggang dalam
bara api arang hingga matang.
Sate dapat disajikan
dengan bumbu kacang atau kecap manis, disertai potongan bawang merah dan mentimun.
Disajikan dengan nasi putih panas, ketupat, atau lontong.
Sate babi biasanya menggunakan saus berbahan dasar nanas, atau kecap manis.
Aneka ragam sate
Indonesia
Sate Madura
sedang dipanggang
Pedagang
sate Padang di Batam, Indonesia![]()
Sate Padang dengan
bumbu kuning
![]()
Sate buntel,daging
kambing cincang dibungkus selaput daging, Solo, Jawa Tengah
Nasi campur Bali
dengan sate lilit.
![]()
Pedagang sate kaki
lima dekat Borobudur, Jawa Tengah.
Sate kuda, Yogyakarta,
Indonesia
Nasi campur Tionghoa
dengan sate babi
Sate telur burung
puyuh dan sate usus
Sate kere daging sapi
Indonesia adalah
negeri asal mula sate, dan hidangan ini dikenal luas di hampir seluruh wilayah
di Indonesia dan dianggap sebagai masakan nasional
dan salah satu hidangan terbaik Indonesia.[7] Sate, adalah hidangan
penting dalam masakan Indonesia, dihidangkan di mana-mana,
mulai dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran mewah di hotel
berbintang, demikian juga di rumah atau dalam berbagai pesta, perayaan, dan
kenduri.[8] Hasilnya telah tumbuh berkembang berbagai variasi resep
sate di seluruh kepulauan Indonesia. Di Indonesia terdapat beberapa rumah makan yang khusus menghidangkan berbagai macam sate,
seperti restoran Sate Ponorogo, Sate Blora, serta gerai Sate Khas Senayan,
sebelumnya dikenal sebagai Satay House Senayan.[9] Di Bandung,
Jawa Barat, kantor gubernurnya dikenal dengan
nama Gedung Sate yang merujuk kepada kemuncak
(mastaka) atapnya yang menyerupai sate.
Indonesia memiliki
koleksi jenis sate paling kaya di dunia. Variasi sate di Indonesia biasanya
dinamakan berdasarkan tempat asal resep sate tersebut, jenis dagingnya,
bahannya, atau proses pembuatannya.[10]
Sate Madura
Berasal
dari Pulau Madura, sebelah utara Pulau Jawa, sate jenis
ini adalah yang paling populer di Indonesia. Bahan dagingnya adalah daging ayam
atau kambing, dengan bumbu kecap manis dan gula jawa, dicampur bawang putih,
bawang goreng, kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan, petis, kemiri, dan
garam. Sate ayam biasanya dihidangkan dengan bumbu kacang, sementara sate
kambing dihidangkan dengan kecap manis ditambah irisan bawang merah. Sate
Madura menggunakan irisan daging yang lebih kecil. Dimakan dengan nasi
putih, lontong, atau ketupat. Terkadang ditambahi acar irisan bawang, mentimun,
dan cabai rawit. Biasanya penjual sate madura berasal dari suku Madura.
Sate Padang
Hidangan
dari Padang dan daerah sekitarnya di Sumatera Barat yang terbuat dari jeroan sapi
atau kambing yang direbus dengan bumbu, lalu dipanggang. Ciri utamanya adalah
saus kuah kuning yang terbuat dari tepung beras yang dicampur kaldu daging dan
jeroan, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jintan putih, bubuk
kari, dan garam. Sate Padang terbagi atas dua jenis, Sate Padang Pariaman
dan Padang Panjang, yang berbeda dalam cita rasa
saus bumbu kuningnya.
Sate Ponorogo
Jenis
sate yang berasal dari Kota Ponorogo, Jawa
Timur. Terbuat dari potongan daging ayam yang direndam dalam bumbu
kecap, disajikan dengan bumbu kacang dan sambal dengan irisan bawang merah dan
cabai rawit serta jeruk nipis. Variasi ini unik karena dalam setiap tusuknya
hanya terdapat satu potong daging ayam yang diiris memanjang, berbeda dengan
sate biasanya yang terdiri atas empat potong daging. Daging ayam sebelumnya
direndam dalam kecap manis dan bumbu dan melalui proses "bacem" agar
bumbunya masuk meresap. Kemudian dihidangkan dengan lontong. Panggangannya
terbuat dari tanah liat yang dilubangi satu sisinya untuk mengipasi arang.
Sate Tegal
Sate
kambing muda yang baru berumur di bawah lima bulan; julukannya di Tegal adalah
sate "balibul" singkatan dari "baru lima bulan". Dipanggang
dalam satuan kodi, yang terdiri atas dua puluh tusuk, dan tiap tusuk
terdapat empat potong dua potong daging, satu potong lemak dan satu lagi
potongan daging. Dipanggang di atas bara arang dari hampir matang atau matang
sekali; dapat juga diminta dimasak tidak terlalu matang. Kadang kala potongan
lemak dapat diganti hati, jantung, atau ginjal kambing. Daging ini tidak
dibumbui sebelum dipanggang. Saat disajikan, disertai kecap manis yang diencerkan
dengan air panas, ditambah irisan cabai, bawang merah, tomat hijau, dan nasi
putih, ditaburi bawang goreng.
Sate Ambal
Sate
dari daerah Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.
Berbahan daging ayam kampung. Keunikannya adalah bumbunya bukanlah bumbu
kacang, melainkan tempe tumbuk yang dicampur cabai dan aneka
bumbu lainnya. Daging ayam dibaluri dan direndam bumbu selama dua jam agar
rasanya meresap. Sate ini dimakan dengan ketupat.
Sate Blora
Sate
dari daerah Blora. Sate berbahan daging dan kulit ayam ini
lebih kecil dari sate lainnya. Dimakan dengan bumbu kacang, nasi, dan sup dari
santan dan bumbu.
Sate Banjar
Jenis
sate yang populer di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
Sate Makassar
Dari
Sulawesi Selatan, sate ini terbuat dari jeroan
sapi atau kambing yang dibumbui saus yang terbuat dari belimbing. Rasanya khas
asam dan pedas. Tidak seperti sate lainnya, sate Makassar dihidangkan tanpa
bumbu.
Sate Buntel
Khas
Kota Solo
atau Surakarta, Jawa Tengah. Terbuat dari cincangan daging sapi atau
kambing (terutama bagian perut atau iga). Daging kaya lemak ini kemudian
dibungkus selaput membran daging dan dililitkan membungkus tusukan bambu.
Ukuran sate ini cukup besar, mirip dengan kebab Timur Tengah. Setelah
dipanggang di atas bara arang, irisan sate ini kemudian dipisahkan dari
tusuknya, diiris-iris, lalu disajikan dengan kecap manis dan merica.
Sate Lilit
Variasi
sate dari Bali. Sate ini terbuat dari daging cincang
berbahan daging sapi, ayam, ikan, babi, atau kura-kura. Daging cincang ini
dicampur kelapa parut, santan kental, jeruk nipis, bawang merah, dan merica.
Adonan ini kemudian dibungkus melilit tusukan bambu, batang tebu, atau batang
serai, lalu dipanggang di atas bara arang.
Sate Pusut
Hidangan
dari Pulau Lombok. Terbuat dari campuran daging cincang
(sapi, ayam, atau ikan), kelapa parut, dan bumbu. Campuran ini kemudian
dililitkan membungkus tusukan dan dipanggang dengan bara arang.
Sate Ampet
Juga
hidangan sate dari Pulau Lombok. Terbuat dari jeroan sapi dan daging
sapi. Bumbu sate ampet sangat pedas. Bumbunya adalah campuran santan dan bumbu.
Sate Maranggi
Sate
khas Sunda yang lazim ditemukan di Purwakarta, Cianjur,
dan Bandung, Jawa Barat. Bumbu
sate ini dibuat dari bumbu khusus, yaitu pucuk bunga kecombrang (Nicolaia speciosa) dan tepung ketan.
Kecombrang memberikan aroma dan rasa yang seperti mentol. Dihidangkan dengan
ketan (jadah) atau nasi putih.
Sate Lembut
Sate
yang langka dari masyarakat Betawi. Dapat ditemukan di
Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Sate dibuat dari daging cincang
dicampur parutan kelapa dan bumbu-bumbu, dililitkan pada tusukan sate dari
bambu yang pipih. Biasanya dimakan dengan ketupat laksa
Betawi.
Sate Manis
Juga
masakan khas Betawi. Dapat ditemukan di Jalan Kebon Kacang,
Jakarta Pusat. Sate ini dibuat dari daging has dalam (tenderloin)
bagian yang paling lembut dari daging sapi, direndam dalam bumbu yang manis.
Biasanya dimakan dengan ketupat laksa Betawi.
Sate Kambing
Sate
yang populer di Jawa, dibuat dari daging kambing atau daging
domba. Berbeda dengan sate jenis lainnya, sate kambing biasanya tidak dibumbui
terlebih dahulu. Daging kambing mentah biasanya langsung dipanggang di atas
bara api arang. Setelah matang disajikan dengan kecap manis, irisan bawang
merah, dan tomat. Daging yang digunakan sebaiknya daging kambing muda yang
lebih lembut, biasanya berusia 3 sampai 5 bulan.
Sate Kerbau
Sate
dari daerah Kudus, tempat sebagian umat muslim menghindari
memakan daging sapi sebagai bentuk tenggang rasa dan toleransi bagi umat Hindu.
Daging kerbau dimasak dengan gula jawa, ketumbar, jintan putih, dan bumbu
lainnya hingga empuk. Beberapa pedagang menggiling dagingnya dulu agar lebih
empuk. Kemudian dipanggang di atas bara arang, disajikan dengan saus bumbu yang
terbuat dari santan, gula jawa, dan bumbu lainnya. Secara tradisional sate ini
disajikan di atas daun jati.
Sate Kelinci
Sate
yang terbuat dari daging kelinci, lazim ditemukan di Jawa. Disajikan
dengan irisan bawang merah, bumbu kacang, dan kecap manis. Sate kelinci
biasanya ditemukan di kawasan pegunungan di Pulau Jawa tempat penduduk memelihara
kelinci sebagai hewan ternak, seperti di Lembang, Jawa
Barat, Kaliurang di Yogyakarta,
Bandungan dan Tawangmangu di Jawa Tengah, juga
Telaga Sarangan di Jawa Timur.
Sate Burung
Ayam-ayaman
Sate
yang terbuat dari ampela, hati, dan usus "burung ayam-ayaman"
(sejenis burung laut). Setelah ditusukkan di tusukan sate dan dibumbui, sate
jeroan burung ini tidak dibakar, melainkan digoreng dalam minyak kelapa atau
minyak sawit yang banyak dan panas.
Sate Bandeng
Sate
yang unik dari Banten. Terbuat dari daging ikan bandeng tanpa
duri dan tulang. Bandeng yang dibumbui dipisahkan dari duri, lalu dimasukkan
kembali ke dalam kulit ikan bandeng, dijepit dengan bambu, lalu dipanggang di
atas bara arang.
Sate Belut
Sate
yang cukup langka dari Pulau Lombok. Terbuat dari belut
yang lazim ditemukan di sawah dan empang. Daging belut ditusuk dan dililitkan
lalu dibakar di atas bara arang. Tiap tusuk mengandung satu ekor belut.
Sate Kuda
Dikenal
sebagi "Sate Jaran" oleh warga setempat di Yogyakarta, terbuat dari
daging kuda. Disajikan dengan irisan bawang merah,
merica, kol, dan kecap manis.
Sate Bulus
Juga
hidangan sate langka dari Yogyakarta. Terbuat
dari daging bulus. (softshell turtle). Disajikan dengan irisan bawang merah,
merica, kol, dan kecap manis. Daging bulus juga disajikan sebagai tongseng.
Sate Ular
Sate
eksotik dan langka yang biasanya disajikan di rumah makan atau warung yang
menyediakan daging unik seperti daging ular dan kadal, misalnya di dekat
Stasiun Gubeng di Surabaya, atau daerah Mangga Besar dan Stasiun
Tebet di Jakarta. Biasanya menggunakan daging ular sendok, kobra, atau ular
sanca). Disajikan dengan irisan bawang merah, merica, acar, dan
kecap manis.
Sate Babi
Populer
di kalangan warga Tionghoa Indonesia,
yang kebanyakan bukan warga muslim yang mengharamkan daging babi. Hidangan ini
lazim ditemukan di Pecinan di perkotaan Indonesia, khususnya Glodok,
Pecenongan, dan Senen di Jakarta. Juga populer di Bali
yang kebanyakan penganut agama Hindu, juga populer di Belanda.
Sate Kulit
Ditemukan
di Sumatera, sate yang renyah terbuat dari kulit
ayam yang dibumbui.
Sate Ati
Sate
yang dibuat dari campuran hati, ampela, dan usus. Biasanya ampela diletakkan
paling bawah, usus di tengah, dan hati di atas. Setelah dibumbui, jeroan ayam
ini tidak digoreng atau dibakar, tetapi direbus hingga matang. Sate ini
bukanlah makanan utama, biasanya dijadikan makanan pendamping bubur
ayam atau soto.
Sate Usus
Usus
yang dibumbui secara ringan dan digoreng, biasanya juga untuk teman makan bubur
ayam atau soto.
Sate Babat
Babat
yang dibumbui secara ringan dan direbus, biasanya disajikan sebagai hidangan
teman makan soto.
Sate Kerang
Kerang
yang dibumbui secara ringan dan direbus, biasanya disajikan sebagai hidangan
teman makan lontong kupang dan lontong balap.
Sate Telur Puyuh
Beberapa
telur
puyuh yang direbus dan ditusuk sate, dibumbui dan direbus lebih
lanjut, biasanya disajikan sebagai hidangan makan.
Sate Telur Muda
Sate
yang dibuat dari telur yang belum jadi (uritan) diambil dari ayam betina yang
disembelih. Telur muda ini ditusuk sate, dibumbui, dan dibakar.
Sate Torpedo
Sate
yang dibuat dari testis kambing, dibumbui dalam kecap manis,
dan dibakar. Disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis, acar, dan nasi putih.
Sate Susu
Dapat
ditemukan di Jawa dan Bali, dibuat dari brisket
sapi dengan cita rasa susu, disajikan dengan sambal.
Sate Kere (sate orang
miskin)
Sate
vegetarian murah yang dibuat dari tempe giling (lebih dikenal
dengan sebutan tempe gembus) dari Kota Solo, disajikan dengan
bumbu kacang dan acar. Istilah "kere" dalam bahasa Jawa berarti "miskin"; aslinya untuk
menyediakan kesempatan bagi warga miskin untuk menikmati sate karena zaman
dahulu daging adalah barang mewah. Kini sate kere juga menyediakan usus, hati,
dan daging sapi di samping sate tempe.
Sate Kikil (Sate
Cecek)
Sate
kikil atau populer dengan nama sate cecek adalah makanan khas dari Jepara,
sate ini biasanya untuk lauk Horok-Horok (makanan
pokok orang Jepara pada era kolonial).
Sate Bebek Tambak
Sate
daging bebek dari Tambak,
Banyumas. Disajikan dengan saus bumbu manis kacang tanah atau bumbu pedas (menurut
selera), irisan tomat, serta mentimun.
Sate Kelapa
Sate
yang dibuat dari dua atau tiga irisan daging sapi yang ditusuk dan dibalut
dengan parutan kelapa muda yang bercampur bumbu, kemudian dikepal sampai
berbentuk oval panjang setelah itu sate digoreng dengan minyak goreng sampai
balutan parutan kelapa muda berwarna cokelat. Inilah salah satu dari sate yang
tidak dipanggang dan merupakan sate tradisional Jawa yang dihidangkan pada
acara khusus selamatan tradisi di Jawa Timur.
Sate Bekicot
Bekicot
diambil dulu dagingnya biasanya direbus dulu untuk memudahkan mengambil daging bekicot,
kemudian daging diurap dengan bumbu setelah itu ditusuk dan dipanggang di atas
bara api.
Malaysia
Lemak dari sate
membuat sate membara saat dibakar
![]()
Sate juga makanan
populer di Malaysia
Seorang perempuan
tengah membakar sate di pantai Tanjung Aru, Sabah
Sate dapat ditemukan
di berbagai negara bagian di Malaysia, baik di rumah makan maupun di kedai
pinggir jalan, pedagang sate menjual dagangannya di pusat jajan ataupun di pasar malam. Jenis sate yang populer di Malaysia adalah
sate sapi dan sate ayam, beberapa wilayah mengembangkan resepnya sendiri. Sate
biasanya dikaitkan dengan masyarakat muslim Melayu.
Jenis sate yang paling
terkenal di Malaysia adalah sate Kajang, Selangor, yang disebut sebagai kota
sate di Malaysia. Sate Kajang adalah nama generik untuk merujuk pada sate yang
potongan dagingnya cukup besar dengan saus kacang manis yang ditaburi sambal.
Sate Kajang tersedia di berbagai kota di Malaysia. Jenis daging yang ditawarkan
bukan hanya sapi dan ayam yang sudah lazim, tetapi juga daging lainnya seperti
ampela ayam, hati, daging kambing, daging kelinci, ikan, dan lain-lain.
Variasi lainnya adalah
sate lok-lok dari Penang dan sate celup dari Malaka. Keduanya adalah variasi
paduan cita rasa Tionghoa Malaysia antara hotpot Tionghoa dengan sate
Melayu. Potongan daging mentah, tahu, telur pitan, telur puyuh, bakso ikan,
jeroan, dan sayuran, semuanya disajikan dalam tusuk sate. Sate ini kemudian
dicelup dalam air kaldu panas hingga matang. Kemudian dimakan dengan saus
kehitaman yang manis dapat ditambahkan sambal. Jika disajikan dengan saus sate
(saus kacang) maka sate ini disebut sate lok-lok. Jika dimasak dalam saus
kacang mendidih, disebut sate celup. Sate jenis ini tersedia di kedai pinggir
jalan maupun di restoran, kebanyakan adalah nonhalal. Pelanggan menggunakan tungku
panci rebusan bersama untuk memasak sate mereka sendiri.
Singapura
![]()
Sate di Singapura
disajikan dengan saus kacang, mentimun, dan bawang
Sate adalah salah satu
makanan yang diasosiasikan dengan Singapura sejak tahun
1940-an.[butuh rujukan] Awalnya dijual di kaki lima dan
gerobak dorong. Perhatian akan kesehatan umum serta pembangunan kota menjadikan
pedagang sate berhimpun dalam satu kawasan pedagang sate di Beach Road pada
tahun 1950-an, yang saat itu disebut Satay
Club. Dipindahkan ke Esplanade Park pada tahun 1960-an, gerai
sate ini menjadi tujuan wisata populer di Singapura.
Dipindahkan beberapa
kali kini menempati tempat tetap di Clarke Quay pada tahun 1990-an karena
tempat yang lama tergusur teater Esplanade.
Beberapa kawasan
penjual sate lainnya adalah Sembawang di sebelah utara kota. Kedai sate yang
dibuka di Lau Pa Sat juga populer di antara wisatawan. Tempat lainnya antara
lain Newton Food Centre, East Coast Park Seafood Centre, dan Toa Payoh. Sate
yang umum dijual di Singapura antara lain Satay Ayam, Satay Lembu, Satay
Kambing, Satay Perut (sate usus), dan Satay Babat.
Maskapai penerbangan
nasional Singapura, Singapore Airlines,
juga menyajikan sate sebagai hidangan pembuka untuk penumpang kelas satu
Raffles Class.
Thailand
![]()
Sate ayam Thai
Sate adalah hidangan
yang populer di Thailand.[11] Biasanya dihidangkan dengan saus
kacang, sate Thailand memiliki beberapa variasi, misalnya sate ayam, sapi,
babi, hingga sate vegetarian yang terbuat dari lembar protein kedelai atau
tahu. Sate dapat ditemukan di berbagai restoran Thailand di seluruh dunia.
Karena masakan Thailand lebih awal terkenal dan
dipasarkan serta dipromosikan secara gigih secara internasional dan telah
menarik perhatian dunia lebih awal dari seni kuliner Indonesia, telah terjadi
kekeliruan pemahaman terutama di luar negeri yang beranggapan sate berasal dari
Thailand. Akibatnya sate seringkali dikaitkan dengan masakan Thai.[12]
Filipina
![]()
Filipina memiliki dua
macam tradisi dalam memanggang daging sate. Hidangan yang dipengaruhi
kebudayaan Spanyol di Luzon dan Visayas,
umumnya dari daging babi dan sebagian kecil ayam, direndam dan dibaluri saus
manis kental berwarna merah yang merupakan campuran kecap dan saus pisang.
Karena pengaruh Amerika hidangan jenis ini disebut Barbikyu.
Jenis yang kedua
disebut Satti, adalah makanan khas bangsa Moro
di Filipina Selatan (Mindanao, Kepulauan Sulu, Palawan
selatan, dan Tawi-Tawi). Satti ini paling mirip dengan sate
dari Indonesia dan Malaysia. Satti disajikan dalam kuah kacang kental. Campuran
sausnya adalah kacang, bawang putih, jahe, bawang merah, jintan, terasi, cabai,
dan santan. Karena penduduknya mayoritas muslim, daging yang digunakan adalah
daging halal seperti sapi, ayam, kambing, dan domba.
Belanda
![]()
Sate ayam di belanda
disajikan dengan saus kacang, kentang goreng, kerupuk udang, dan mayonaise;
disajikan di sebuah pub di Amsterdam
Disebut saté atau
sateh di Belanda, hidangan ini telah teradaptasi ke dalam hidangan Belanda
sehari-hari. Sate babi dan sate ayam biasanya disajikan dengan saus kacang,
yang banyak tersedia di berbagai toko makanan ringan dan pasar swalayan. Sate
kambing dengan kecap manis tersedia di rumah makan Indonesia dan makanan kedai
siap saji lainnya. Sate babi dan sate ayam dalam saus kacang, dengan salad dan
kentang goreng adalah hidangan populer di pub yang disebut eetcafes.
Favorit lainnya di
kedai makanan ringan adalah satékroket, kroket
yang dibuat dari saus kacang dan daging cincang (ragout).
Sate fusion
Salah satu kekeliruan
yang telah berkembang di dunia internasional adalah menyamakan istilah
"sate" dengan bumbu kacang.
Secara tradisional sate berarti potongan daging yang ditusuk tusukan bambu
dalam aneka bumbu, tidak harus selalu bumbu kacang. Akan tetapi karena jenis
paling populer adalah sate ayam berbumbu kacang (Sate Madura di
Indonesia, Sate Kajang di Malaysia, dan sate ayam Thai semuanya
menggunakan bumbu kacang); dalam istilah masakan fusion
istilah "satay" telah bergeser menjadi merujuk kepada bumbu kacang.
Misalnya, "burger
sate" merujuk kepada hamburger yang disajikan
dengan apa yang disebut sebagai "saus sate", yang utamanya adalah
bumbu kacang bercita rasa manis yang kerap diganti selai kacang botolan.[13][14]
Hidangan Singapura sate
bihun adalah bihun dengan bumbu kacang semata. Hidangan Thailand
filet ikan dalam saus sate juga menunjukkan tren yang sama. Masakan Perancis
fusion Cuisses de Grenouilles Poelees au Satay, Chou-fleur Croquant
adalah kaki
kodok (swikee) disiram bumbu kacang.[15]
Mi instan Indomie juga tersedia dengan varian rasa sate,
yang sesungguhnya hanya menambahkan paket berisi saus kacang.[16][17]
Sumber dan referensi
|










Tidak ada komentar :
Posting Komentar